Peningkatan pengetahuan perawat dalam mendeteksi dini maserasi pada luka kaki diabetik menggunakan flir one smartphone thermography
Keywords:
Maserasi, Pengetahuan, Ketrampilan, Flir one smartphone thermographyAbstract
Salah satu faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka adalah maserasi yang mampu meningkatkan waktu penyembuhan luka. Namun demikian, berdasarkan hasil observasi mengungkapkan bahwa banyak perawatan luka mengalami maserasi diakibatkan proses pencucian dan pemilihan balutan yang kurang tepat Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan mentransfer pengetahuan dan keterampilan kepada perawat spesialis luka untuk mendeteksi awal maserasi menggunakan flir one smartphone thermography. Berdasarkan hasil evaluasi, perawat dapat menjelaskan definisi dan tanda-tanda maserasi serta dapat meredemonstrasikan menggunakan alat deteksi maserasi pada luka dengan langkah-langkah yang sesuai dan benar.
References
Cutting, K. F., & White, R. J. (2002). Avoidance and Management of Peri-Wound Maceration of The Skin. Professional Nurse (London, England), 18(1), 33, 35–36.
Haryanto, Arisandi, D., & Suriadi. (2017). Relationship Between Maceration and Wound Healing on Diabetic Foot Ulcers in Indonesia: A Prospective Study. International Wound Journal, 14(3), 1742–4801. https://doi.org/10.1111/iwj.12638
Nakagami, G., Sanada, H., & Iizaka, S. (2010). Predicting Delayed Pressure Ulcer Healing Using Thermography: A Prospective Cohort Study. Journal of Wound Care, 19(11). https://doi.org/10.12968/jowc.2010.19.11.79695
Netten, J. J. van, Bus, S. A., & Apelqvist, J. (2019). Definitions and Criteria for Diabetic Foot Disease.
Parnham, A., Copson, D., & Loban, T. (2020). Moisture-Associated Skin Damage: Causes and An Overview of Assessment, Classification and Management. British Journal of Nursing, 29(12). https://doi.org/10.12968/bjon.2020.29.12.s30
Pribadi, A. T., Hamid, D., & Mukzam, M. D. (2013). Pengaruh Pendidikan dan Pelatihan Terhadap Kemampuan dan Kinerja Karyawan (Studi Pada Karyawan PDAM Kota Malang). Jurnal Administrasi Bisnis, 3(1), 1–10.
Prompers, L., Schaper, N., & Apelqvist, J. (2008). Prediction of Outcome in Individuals With Diabetic Foot Ulcers: Focus on The Differences Between Individuals With and Without Peripheral Arterial Disease. The EURODIALE Study. Diabetologia, 51(5), 747–755. https://doi.org/10.1007/s00125-008-0940-0
Sandi, S., Yusuf, S., Kaelan, C., & Mukhtar, M. (2020). Evaluation Risk of Diabetic Foot Ulcers (Dfus) Using Infrared Thermography Based On Mobile Phone As Advanced Risk Assessment Tool In The Community Setting: A Multisite Cross-Sectional Study. Enfermeria Clinica, 30(2), 453–457. https://doi.org/10.1016/j.enfcli.2019.07.136
Van Netten, J. J., Bus, S. A., & Apelqvist, J. (2020). Definitions and criteria for diabetic foot disease. Diabetes/Metabolism Research and Reviews. https://doi.org/10.1002/dmrr.3268
Voegeli, D. (2012). Moisture-Associated Skin Damage: Aetiology, Prevention and Treatment. British Journal of Nursing, 21(9), 517–521. https://doi.org/10.12968/bjon.2012.21.9.517
